Waktu 05.48 AM ° Tera Muda au
Jam masih menuju pukul 05.48 A.M, di mana hawa masih memeluk dingin. Tuntas mematikan layar ponselnya, Himar mendengus kesal.
Jikalau saja bukan karena Dara, mungkin sekarang ia sudah bisa ngopi di teras rumah sebelum berangkat ke kampus, bukan di waktu sepagi ini.
Bahkan kucing jalanan yang biasanya ia temui di pintu masuk kampus belum juga kumpul untuk mengemis makanan. Ini dia sudah harus jongkok sendirian di depan pintu Studio yang entah kapan akan terbuka.
"Kak Himar ya?"
Laki-laki itu menoleh, mendapati perawakan manis yang tak asing. Matanya sedikit memastikan, "lu bukannya adiknya Pidi ya?"
"Ah yah, gue Satinah Hasmita, panggil aja Satinah kak." Gadis itu menyodorkan tangannya. Dalam posisi jongkok seperti ini membuat Himar bergegas bangkit dan membalas uluran tangan.
"Yah, gue Himar Endru. Lu?" Satinah melepaskan tautan tangan mereka, menunjuk studio.
"Gue managemen TM, kak." Himar jelas terkejut. Dia yang tidak pernah tau sosok Satinah dengan jelas di pertemukan dengan situasi ini.
Memang benar, Himar sering tau Satinah. Kalau bukan dari cerita Pidi yang dari A sampai Z itu, tapi Himar juga tidak tau bahwa ketua-ketua yang dimaksud Addar itu adalah orang yang sama.
"Kak, lu nggak mau masuk?" Himar sadar, gadis itu sudah tidak lagi berdiri di depannya, tapi sudah berdiri di balik pintu studio yang sudah terbuka.
"Lu emang datang jam segini?" Himar mulai basa-basi, tuntas ia menginjakkan kakinya di dalam studio itu.
Matanya mengidar.
"Kalau ada kelas pagi, gue emang sempetin mampir ke sini."
"Gue kalau ada kelas pagi juga ogah nyeker pagi-pagi." Sahut Himar, matanya sudah fokus ke salah satu frame, di mana foto itu terdapat sosok Addar, Karen, dan Satinah sendiri. Sisahnya Himar tidak kenal.
"Oh ya Kak, ini juknis buat kontrak anggota Tera Muda, kalau lo masih mau pikir-pikir dulu sebelum join lu bisa hubungi gue, Kak Addar, atau Kak Karen buat kelanjutannya."
Himar menarik satu dokumen yang di sodorkan Satinah. Untuk pertama kalinya,, ia dibuat kagum, sebab dokumen itu tidak serapih dokumen yang biasa ia ketik.
"Gue kira gue udah fix jadi MC kalian, ternyata masih ada sesinya?"
"Nggak juga kak, ini formalitas kita memang. Jadi nggak cuman sepihak yang di untungkan. Kita mau siapapun anggota TM nantinya juga sama-sama di untungkan. Nggak cuman sekedar mau aja tapi nggak tau aturan, visi dan misi Tera Muda."
Lagi-lagi Himar mangut-mangut, ia membaca dokumen itu satu persatu. Tidak banyak tapi jujur, ini dokumen rapih sekali. To the point, nggak mendeskripsikan hal yang tidak penting.
"Ini kalau gue fix sekarang lu percaya nggak?"
"Bukan nggak percaya, cuman lu nggak mikir dulu kak?" Himar terkekeh, ia meletakkan benda itu di kedua tangan Satinah.
"Nggak lah, gue tau lah program kalian, nggak sesakti itu tapi gue tau kok gimana Karen sama Addar yang tiap hari riweh sama Siaran. Atau lu mau nimang-nimang gue dulu?" Satinah diam, Himar tertawa dengan keras.
"Bukan lu timang gue buat tidur, maksudnya-"
"Yah, gue tau kak." Satinah tersenyum tipis, kini ia memutar tubuhnya mengambil lagi satu dokumen yang kali ini lebih seperti script dan rundown acara.
"Ini rundown acara kita minggu depan, Kakak baca dan pahami."
"Ini gue fix nih jadi MC?"
"Yah,..." Himar mangut mangut begitu cepat.
"By the way," Satinah menaikkan kedua alisnya, menunggu kelanjutan ucapan Himar.
"Anjay, saha ieu?" Keduanya menoleh, di mana tubuh Addar muncul.
"Eh elu Dar," Addar mendekat, ia menyodorkan americano ke Satinah, tuntas juga menyodorkan kopi ke hadapan Himar.
"Wah ini DP?"
"Elah si monyet, lu kan yang minta di bawain kopi." Sedangkan Himar hanya tertawa kecil.
Addar sudah berpindah ke hadapan Satinah, "gimana, oke Na?"
"Yaa kak, rundown acara sama script juga udah gue kasih. Makasi juga kak kopinya." Addar hanya mengangguk, kemudian ia mulai bercengkrama dengan Himar yang ternyata sudah duduk di salah satu sofa. Ia sibuk dengan kopi dan scripnya.
Tera Muda on X or Tiktok by hiimilan
Komentar
Posting Komentar