Warkop Pertigaan °TeraMudaAu
Himar memutar setir dengan satu tangan. Pandangannya tenang, lehernya sedikit miring saat menatap pertigaan yang mulai ramai. Tempat ini memang bukan markas anak muda. Lebih sering dipenuhi banci-banci yang doyan nyapa duluan. "Mar kita jadi bahan fanservice gratis gini?" Addar bersandar malas di kursi, pandangannya menyapu dua sisi jalan. "Lu diem aja Dar, jangan bikin eye contact, ntar dikira kita open BO." Addar semakin melebarkan matanya. "Gila lu?! Gue aja udah tahan napas dari tadi." Himar nyetir sambil tertawa, satu tangannya nutupin mulut, satunya tetap di setir. Mobil jalan pelan, tapi tawa dia udah nyaring seperti sirine. "Buset motor semua Dar. Udah kaya tempat lelang motor bodong." Itu satu hal yang mereka berdua sadari. Entah dari kiri kanan, semua jalan di penuhi motor, bahkan mereka tidak melihat ada mobil satu pun. "Dar, Dar, sumpah! Itu banci ngegas ke arah kita anjir." Himar memelankan mobilnya, sadar ada bapak-bapak ...